Dokumen Apa Saja Yang Perlu Disiapkan Untuk Melakukan Pendaftaran NPWP?

Sebelum ke persyaratan untuk mendapatkan NPWP, kita bagi dulu NPWP menjadi 5, yaitu NPWP orang pribadi, NPWP wanita kawin pisah harta, NPWP badan, NPWP bendahara, dan NPWP cabang.

NPWP orang pribadi adalah NPWP untuk individu.  Dia berlaku sejak disetujui dan diberikan nomor oleh kantor pajak sampai dengan orang tersebut meninggal.

Penghasilan NPWP orang pribadi pada dasarnya bisa dibagi dua: satu penghasilan yang berasal dari pekerjaan (karyawan, direktur, komisaris), dan dua penghasilan yang berasal dari usaha sendiri (bisnis pribadi, pekerjaan bebas).

Persyaratan NPWP untuk orang pribadi yang tidak menjalankan usaha (karyawan, pekerja, direktur, komisaris) :

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk
  2. Bagi warga negara asing (WNA) fotokopi paspor, fotokopi KITAS, atau KITAP

Persyaratan NPWP untuk orang pribadi yang menjalankan usaha (pekerja bebas):

  1. Selain persyaratan diatas (KTP, KITAS, KITAP) ditambah fotokopi ijin usaha yang diterbitkan oleh instansi lain yang berwenang, atau
  2. surat keterangan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari pejabat pemerintah daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa, atau
  3. lembar tagihan listrik dari PLN atau bukti pembayaran listrik,  atau
  4. fotokopi e-KTP dan surat pernyataan di atas materai yang menyatakan bahwa yang bersangkutan bener bener menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.

NPWP wanita kawin pisah harta dikenai Pajak Penghasilan secara terpisah. Standar pengenaan pajak penghasilan adalah satu keluarga satu entitas dan satu NPWP.

Dalam hal diinginkan oleh istri atau suami,  maka NPWP suami dan istri terpisah. Beda nomor. NPWP terpisah harus dari permintaan wajib pajak.

Berikut persyaratan NPWP wanita kawin pisah harta :

  1. fotokopi kartu NPWP suami;
  2. fotokopi kartu keluarga (KK): dan
  3. fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban suami.

Persyaratan NPWP badan dibagi 3, yaitu badan yang profit oriented, non profit oriented,  dan joint operation (JO, KSO).

Badan profit oriented memiliki kewajiban perpajakan sebagai pembayar pajak, pemotong dan/atau pemungut pajak sesuai ketentuan perpajakan termasuk Badan Usaha Tetap (BUT) dan kontraktor dan/atau operator di bidang usaha Hulu minyak dan gas bumi.

Persyaratan NPWP badan profit oriented :

  1. Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahan bagi wajib pajak badan dalam negeri, atau surat keterangan penunjukkan dari kantor pusat bagi BUT ;
  2. Fotokopi NPWP salah satu pengurus, atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal sekurang-kurangnya dari Lurah atau Kepala Desa dalam hal penanggung jawab perusahaan berstatus WNA; dan
  3. Fotokopi dokumen ijin usaha atau kegiatan, atau surat keterangan tempat kegiatan usaha, sekurang-kurangnya dari Lurah atau Kepala Desa, atau Bukti Pembayaran Listrik.

Badan non profit oriented memiliki kewajiban perpajakan sebagai pembayar pajak, pemotong dan atau pemungut pajak sesuai ketentuan perpajakan.

Persyaratan NPWP badan non profit oriented yaitu :

  1. Fotokopi e-KTP salah satu pengurus badan atau organisasi,  dan
  2. Surat Keterangan Domisili dari pengurus RT/RW

Joint Operation hanya memiliki kewajiban perpajakan sebagai pemotong dan atau pemungut pajak sesuai ketentuan perpajakan. Karena itu, Joint Operation wajib bersifat sementara. Jika bersifat permanen maka bukan Joint Operation walaupun namanya konsorsium.

Karakter konsorsium atau joint operation yaitu:

  • Kumpulan dua badan atau lebih;
  • Bersifat sementara dan didirikan tidak untuk selamanya ; dan 
  • Bertujuan untuk melaksanakan suatu proyek.

Setelah proyek selesai maka konsorsium bubar.

Persyaratan NPWP Joint Operation yaitu:

  1. Fotokopi Perjanjian Kerjasama atau Akta Pendirian sebagai bentuk kerja sama operasi (KSO);
  2. Fotokopi NPWP masing-masing anggota konsorsium ;
  3. Fotokopi NPWP salah satu pengurus konsorsium, atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal jika pengurus WNA;
  4. Fotokopi dokumen ijin usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.

Persyaratan dokumen pendaftaran NPWP bagi bendahara sebagai pemotong atau pemungut pajak,  yaitu :

  1. Fotokopi dokumen penunjukan sebagai bendahara ; dan
  2. Fotokopi KTP.

Persyaratan pendaftaran NPWP bagi Wajib Pajak yang berstatus cabang :

  1. Fotokopi NPWP pusat;
  2. Surat keterangan sebagai cabang, dan 
  3. Fotokopi dokumen ijin usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.

Ada juga yang disebut OPPT. Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki usaha di beberapa tempat disebut OPPT.  Contoh orang pribadi yang punya toko di beberapa tempat. Nah, tempat usaha tersebut juga disebut cabang.

Tapi karena pusatnya bukan badan, maka persyaratan NPWP pusat diganti dengan NPWP orang pribadi pemilik usaha. Dan ditambah dengan dokumen ijin usaha dari instansi yang berwenang, atau surat keterangan tempat kegiatan usaha sekurang-kurangnya dari Lurah atau Kepala Desa. Atau lembar tagihan listrik atau bukti pembayaran listrik. Atau surat pernyataan bermaterai dari wajib pajak orang pribadi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar menjalankan usaha.

Sumber : PER-38/PJ/2013

Penulis: Raden Agus Suparman

Petugas pajak sejak 1995. Alumni STAN, Universitas Terbuka, dan Universitas Indonesia. Berpengalaman sebagai pemeriksa pajak (1995 sd 2010), kepala seksi di Ditjen Pajak (2010 sd sekarang), dan admin blog pajaktaxes.blogspot.co.id

2 tanggapan untuk “Dokumen Apa Saja Yang Perlu Disiapkan Untuk Melakukan Pendaftaran NPWP?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s