8 Cara Membuat Kode Billing

e-Billing adalah istilah “dagang” untuk kode billing yang dipakai pajak. Sering juga disebut id billing. Tetapi secara resmi istilah yang digunakan adalah kode billing. Peraturan Menteri Keuangan nomor 115/PMK.05/2017 menyebutkan Kode Billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan oleh sistem billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor. Untuk memudahkan Wajib Pajak membuat kode pajak, kantor pajak menyiapkan 8 cara atau tempat untuk membuat kode billing (e-Billing).

Semua pembayaran untuk negara harus dimulai dengan membuat kode billing. Untuk semua pembayaran pajak,  Direktorat Jenderal Pajak menyediakan Sistem Billing. Tetapi untuk pembayaran pajak dalam rangka impor, kode billing dibuat dengan sistem yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sistem Billing Direktorat Jenderal Pajak dapat diakses oleh Wajib Pajak melalui laman sse.pajak.go.id. Tetapi seringkali sistem laman terlalu sibuk sehingga menyebabkan Wajib Pajak gagal membuat kode billing. Maka dibuat 3 laman yang serupa. Ditambah lagi saluran-saluran lain yang dapat digunakan dalam rangka mempermudah Wajib Pajak. Berikut saluran e-Billing yang dapat dimanfaatkan oleh Wajib Pajak.

  1. Laman djponline.pajak.go.id
  2. Layanan Billing di Kantor Pajak
  3. Kring Pajak
  4. Petugas Teller Bank/Pos
  5. Internet Banking
  6. ASP
  7. SMS ID Billing
  8. ATM

Laman DJP Online

Ada 3 laman yang dapat dimanfaatkan oleh Wajib Pajak, yaitu:

  • https://sse.pajak.go.id
  • https://sse2.pajak.go.id
  • https://sse3.pajak.go.id

Bagi wajib pajak yang sudah register di djponline.pajak.go.id maka disarankan langsung log-in ke laman djponline.pajak.go.id. Kemudian langsung klik eBilling seperti logo diatas. Sedangkan sse.pajak.go.id harus register terpisah dari register djponline.pajak.go.id

Layanan Billing di Kantor Pajak

Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) di setiap KPP atau KP2KP dapat menerima pembuatan kode billing. Sebenarnya bukan hanya di TPT, tetapi semua pegawai pajak juga bisa membuat kode billing karena layanan billing dimaksud menggunakan jaringan intranet. Dan jaringan intranet hanya bisa diakses oleh pegawai pajak.

Permintaan layanan billing di kantor pajak tidak harus ke KPP terdaftar. Kantor pajak mana saja yang terdekat. Bahkan KPP Tuban sudah mempublikasi pembuatan kode billing melalui WhatsApp. Wajib Pajak mengirim data-data pembayaran pajak ke nomor WhatsApp dimaksud, dan kode billing dikirim melalui WhatsApp juga.

Kring Pajak 1500200

Kring Pajak 1500200 ada dua saluran, yaitu melalui telpon dan melalui twitter. Keduanya melayani pertanyaan dan membantuk Wajib Pajak untuk memenuhi kewajibannya. Termasuk diantara membuat kode billing. Tetapi karena banyaknya telpon yang masuk, sementara hanya menerima permintaan kode billing untuk Wajib Pajak orang pribadi.

Walaupun secara teknis melalui twitter dimungkinkan, tetapi karena bersifat terbuka, sedikit yang meminta kode billing melalui twitter. Menyiasati supaya tidak terlihat oleh orang lain, bisa juga melalui fitur DM di twitter.

Teller Bank atau Pos

Teller bank atau Pos sebenarnya bisa membuat kode billing. Biasanya Wajib Pajak yang sudah membuat SSP (surat setoran pajak) manual dan hendak membayar melalui teller bank atau petugas pos maka teller membuat kode billing dulu, setelah itu baru bisa masuk ke sistem penerimaan negara.

Cara membuat kode billing di teller bank atau petugas pos:

  • menyerahkan SSP 4 rangkap yang telah diisi lengkap dan ditandatangani,
  • Teller bank atau petugas pos merekam dan cetak kode billing,
  • Wajib Pajak memastikan hasil inputas petugas, bila sesuai maka tinggal dibayar.

Internet Banking

Wajib Pajak dapat langsung ke laman internet banking bank yang memiliki fitur Kode Billing seperti:

  • BRI,
  • BNI,
  • Mandiri,
  • CIMB Niaga,
  • Bank BCA, dan
  • Maybank ID.

ASP

Salah satu ASP yang sudah diakui oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk membuat kode billing adalah online-pajak.com. Menurut OnlinePajak, mereka punya kelebihan:

Kelebihan menggunakan fitur hitung otomatis OnlinePajak adalah aplikasi kami akan mengisikan secara otomatis KAP dan KJS Anda, serta jumlah pajak yang harus Anda bayarkan berdasarkan rekaman transaksi Anda. Sehingga ebilling pajak dapat diperoleh secara akurat dan menghindari kesalahan pengisian.

Selain itu, ID Billing OnlinePajak lebih efisien dibandingkan sistem ebilling pajak lainnya, karena terhubung dengan sistem bayar pajak online dan e-filing (lapor pajak online) di dalam 1 aplikasi. Sehingga wajib pajak dapat merasakan kemudahan dan hemat waktu dalam memenuhi kepatuhan pajaknya dari mana saja dan kapan saja.

SMS ID Billing

SMS ID Billing hanya dapat diakses oleh pengguna Telkomsel. Operator lain belum bisa. Biaya akses sebesar Rp250 ditambah bilah berhasil Rp550.

Cara mengirim SMS ID Billing:

  • menelpon *141*500# panggil
  • pilih “2. Buat ID Billing”
  • Masukkan kode akun pajak, contoh 411128 untuk PPh Final
  • Masukan kode jenis setoran, contoh 420 untuk PPh PP46
  • Masukkan Masa Awal garing Masa Akhir, contoh bulan Januari 01/01
  • Masukkan Tahun Pajak, contoh 2018
  • Masukkan Nominal, contoh 200000
  • Cek isian kode billing. Bila Benar, pilih “1. Ya, Benar”
  • Tunggu SMS Balasan dari DITJEN PAJAK

ATM

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang memiliki fitur pembuatan kode billing adalah ATM Mandiri. Dan jenis pajak yang dapat dilayani adalah jenis setoran Masa untuk:

  • PPN Dalam Negeri, kode bayar 411211 – 100
  • PPh Pasal 21, kode bayar 41121 – 100
  • PPh Pasal 22, kode bayar 41122 – 100
  • PPh Pasal 23, kode bayar 41124 – 100
  • PPh Pasal 25 Orang Pribadi, kode bayar 41125 – 100
  • PPh Pasal 25 Badan, kode bayar 41126 – 100
  • PPh PP46, kode bayar 41128 – 420

Langkah-langkahnya saat di ATM Mandiri:

  1. Masukkan PIN
  2. Pilih Bayar/Beli
  3. Pilih Lainnya
  4. Pilih Penerimaan Negara
  5. Pilih Buat ID Biling Pajak
  6. Masukana NPWP
  7. Pilih Jenis Pajak Masa
  8. Masukkan Jumlah Pajak yang dibayar
  9. Masukkan Masa dan Tahun Pajak (MMYYY)
  10. Pilih Ya

Sedangkan di ATM BNI dan ATM BCA hanya dapat membuat kode billing khusus PPh PP46 yaitu kode bayar 41128 – 420

img_20180222_084353-01703268336.jpeg
Mini ATM di KPP merupakan alat untuk bayar pajak dengan menggunakan kartu debit. Tinggal gesek, dan pilih menu yang ada. Sebelum gesek, pastikan sudah punya kode billing!
Iklan

Author: Raden Agus Suparman

Petugas pajak sejak 1993 sampai sekarang. Alumni STAN, Universitas Terbuka, dan Universitas Indonesia. Berpengalaman sebagai pemeriksa pajak (1995 sd 2010), kepala seksi di Ditjen Pajak (2010 sd sekarang), dan sejak 2007 admin blog pajaktaxes.blogspot.co.id

5 thoughts on “8 Cara Membuat Kode Billing”

  1. Tadi ada WP mo lapor SPT masa, tapi di bukti pembayarannya gak ada NTPN, kode pajak, & kode billing. Katanya bikin virtual account lewat online-pajak.com (pajakpay), ada 2 jenis pajak : PPN + PPh pasal 23 tapi nomer virtual account-nya cuma 1, trus dibayar lewat ATM BCA. Udah dibayar sejak seminggu yang lalu tapi dicek di masterfile DJP, belom ada pembayarannya. Akhirnya disarankan untuk minta NTPN ke bank sinarmas tujuan transfer virtual accountnya.

  2. Tadi ada WP lapor SPT masa, di bukti pembayarannya nggak ada NPWP, NTPN, kode billing, & jenis pajak. Katanya dia bikin kode pembayaran lewat online-pajak.com (pajakpay), trus kode pembayarannya berupa nomer virtual account. Padahal ada 2 jenis pajak (PPN + PPh pasal 23) yang dibayar, tapi nomer virtual account-nya cuma 1. Bayarnya lewat ATM BCA ke rekening bank sinarmas. Gara2 nggak ada NTPN + kode billing, jadi dicek dulu di masterfile DJP. Ternyata gak ada data pembayarannya. Akhirnya WP itu disarankan minta NTPN-nya ke bank sinarmas.

    1. Mungkin si WP sebenarnya baru top-up virtual account di Bank Sinarmas. Nah, dana itu belum dipakai untuk bayar pajak. Sehingga belum muncul atau belum ada kode billing dan NTPN.

      Seperti di Go-Pay, saat kita bayar ke Go-Jek bukan berarti langsung ada pemakaian. Karena pemakaian Go-Pay bisa buat apa saja. Bahkan saya biasa pakai untu bayar travel Jakarta – Bandung.

Comments are closed.