Tentu saja setiap masa, Wajib Pajak melaporkan pajak keluaran dan pajak masukan.
Pajak keluaran adalah jumlah PPN yang telah dipungut oleh Wajib Pajak. Sedangkan pajak masukan adalah jumlah PPN yang sudah dibayar pada saat beli barang.
Pajak masukan disebut juga kredit pajak. Selain faktur pajak sebagai bukti pungutan PPN, maka kredit pajak juga termasuk SSP yang sudah disetor.
Baik faktur pajak masukan maupun SSP setiap bulan dikreditkan atau diperhitungkan dengan pajak keluaran.
Jika pajak keluaran lebih banyak daripada pajak masukan, maka kekurangannya akan dibayar oleh Wajib Pajak ke bank persepsi.
Tetapi jika pajak masukan lebih besar daripada pajak keluaran maka kelebihan bayar tersebut bisa dikompensasi ke masa pajak atau bulan berikutnya.
Biasanya, format SPT selalu ada bagian “kompensasi kelebihan PPN bulan lalu” dan “PPN Lebih Bayar yang diminta untuk : dikompensasikan ke bulan berikutnya”.
Kompensasi kelebihan PPN bulan lalu adalah kredit pajak yang dibawa (carry-over) dari masa pajak sebelumnya. Misalnya, SPT Masa Nopember kelebihan bayar sebesar Rp125juta.
Atas kelebihan bayar tersebut kemudian dikompensasi ke bulan berikutnya atau bulan Desember.
Maka di SPT Masa Desember akan ada kompensasi kelebihan PPN bulan lalu sebesar Rp.125 juta.
Kompensasi kelebihan PPN bulan lalu tidak boleh dikoreksi. Seandainya pemeriksa pajak berpendapat bahwa kompensasi PPN bulan lalu tersebut salah, maka yang dikoreksi bukan di SPT Masa Desember tapi di bulan dimana kesalahan tersebut terjadi.
Hal ini didasarkan pada SE-32/PJ.3/1988 atau seri PPN-124 bahwa :
Jika dalam penerapan S.K. Menteri Keuangan Nomor : 465/KMK.01/1987 telah diterbitkan SKP untuk beberapa Masa Pajak dan diantara Masa Pajak tersebut dalam SKP terdapat kelebihan yang seharusnya tidak dikompensasikan maka atas kelebihan pajak tersebut tidak dikenakan sanksi kenaikan Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983.
Tetapi kelebihan pajak yang terjadi dalam Masa Pajak terakhir dari Masa Pajak tersebut dalam SKP maka atas kelebihan pajak yang tidak seharusnya dikompensasikan tersebut dikenakan sanksi Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983.
Surat Dirjen Pajak No. S – 3317/PJ.54/1996 lebih mempertegas ketentuan tersebut.
Saya kutip poin penting yang terkaitan dengan larangan melakukan koreksi atas kompensasi SPT tersebut :
Mengingat untuk Masa Pajak Januari 1995 sampai dengan Juli 1995 telah diterbitkan SKPKB, sedangkan dalam kredit pajak yang diperhitungkan termasuk PPN yang berasal dari kompensasi Pajak Masukan Masa Desember 1994, maka sesuai dengan prinsip yang dianut dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-32/PJ.3/1988 tanggal 28 Juli 1988 (Seri PPN-124), jumlah PPN (pada SPT Masa Januari 1995) yang berasal dari kompensasi PPN masa Pajak Desember 1994 tersebut dianggap telah benar. Oleh karena itu apabila menurut penelitian Saudara diantara PPN yang lebih dibayar pada asa Pajak Desember 1994, terdapat yang perlu dikoreksi, maka untuk Masa Pajak Desember 1994 tersebut Saudara dapat menerbitkan SKPKB/SKPKBT, bilamana menurut penelitian tersebut jumlah PPN yang lebih dibayar untuk Masa Pajak Desember 1994 lebih kecil dari jumlah PPN yang sudah dikompensasikan dalam Masa Pajak Januari 1995, dengan disertai denda Pasal 13 ayat (3) sebesar 100% dari PPN yang tidak seharusnya dikompensasikan.
SE-32/PJ.3/1988 sampai dengan sekarang belum dicabut. Di tahun 2003, masih ada pertanyaan yang berkaitan perhitungan koreksi PPN yang mengacu ke SE-32/PJ.3/1988. Setidaknya menurut “catatan” MyTax Professional.
Beberapa hari yang lalu juga saya menerima tembusan surat dari Komwas Perpajakan yang berkaitan dengan kompensasi ini.
Komwas Perpajakan berpendapat bahwa kompensasi kelebihan PPN bulan lalu tidak bisa dikoreksi.
Seandainya ada kesalahan kompensasi, maka koreksi bisa dilakukan dibulan sebelum kompensasi tersebut.
Saya berkesimpulan bahwa pemeriksa pajak hanya diperkenankan melakukan koreksi atas faktur pajak yang dikreditkan oleh Wajib Pajak.
Koreksi hanya dilakukan untuk faktur per faktur dengan alasan berdasarkan Pasal 9 ayat (8) UU PPN.
Kompensasi yang ditulis oleh Wajib Pajak di SPT Masa PPN tidak boleh dikoreksi.
Sanksi Pasal 13 (3) UU KUP berupa kenaikan sebesar 100% dari kurang bayar berfungsi sebagai koreksi atas kredit pajak yang telanjur dikompensasikan.
Tulisan ini adalah salinan dari tulisan di pajaktaxes.blogspot.com
kalo dikerjakan Januari 2015 ini, artinya untuk masa pajak November 2014 jadinya pembetulan.
silakan.
saya mengalami masalah yang sama
Siang pak, saya mau tanya bagaimana cara "step by step" untuk mengisi SPT Masa PPN jika kelebihan pembayaran dan ingin kompensasikan kelebihan tersebut utk bulan selanjutnya melalui e-SPT?
kalo step by step lebih baik datang ke AR saja.
konsultasi ke AR gratis ko.
Atau minta jadwal sosialisasi ke seksi ekstensifikasi.
kalo sosialisasi semacam seminar atau workshop
artinya nanti ada undangan.
tapi kalo minta diundang juga boleh.
seksi ekstensifikasi punya tugas menyelenggarakan penyuluhan.
silakan datang ke KPP saja ya.
Pagi pa, kalo saya salah memasukan nomor faktur pajak masukan di spt masa ppn (contohnya harusnya 010.xx.xxxx tertulis di spt 030.xx.xxxx) apakah saya harus melakukan pembetulan spt masa? Kalo tidak dilakukan pembetulan apakah ada efeknya? Terimakasih sebelumnya
Siang pak Raden,
Pak sy ada pertanyaan… sy sudah lapor PPN dr bln agt-nov'14,, karna pelaporan melalui e-filing sy tdk tahu klo PKP nya telah di cabut.. So, berarti saya harus melakukan pembatan FPS. Nach yg jd pertanyaan sy.. klo saya melakukan pembetulan PPn akan mengalami lebih bayar… Lebih bayar itu rencananya sy PBK buat pph 21 Masa d tahun 2015 , permasalahannya di SPM PPn itu tidak ada keterangan tuk PBK melainkan hanya kompesasi atau restitusi.. sebaiknya bgmn ya pak???
Pbk kan pake surat terpisah.
silakan baca kembali:
http://pajaktaxes.blogspot.com/p/pbk-dan-skb.html
iya, lebih baik pembetulan.
jika tidak dibetulkan bisa berarti ada dua faktur.
dobel jadinya
siang pak, kalo ada pajak masukan bulan november 2014 tp baru terima fakturnya bulan februari 2015 apakah masih bisa dikreditkan ?
permisi pak saya mau tanya, 1. Jika saya kemarin lapor pph 21 masa desember, saya lapornya hanya satu masa pajak karena kemarin saya belum paham mengenai harus lapor satu tahun pajak tetapi yang satu masa pajak itu sudah di lapor dan sudah dapat bukti kuningnya, apakah saya perlu lapor yang satu tahun pajak? karena ternyata masih ada kurang bayar jika untuk satu tahun pajak. Jika saya masih harus lapor apakah masuk pembetulan atau bagaimana Pak?
2. Jika saya masih memiliki lebih bayar masa sebelumnya sekitar 5jt kemudian saya mengeluarkan faktur untuk pembeli dimana PPNnya sekitar 40jt, yang saya bayarkan adalah 40jt dikurangi dengan 5jt = 35jt kan Pak?
Terima kasih atas jawabannya.
pak saya mau tanya, saya sudah elakukan pembayran ppn tetapi ternyata terjadi kesalahan ang menimbulkan lebih bayar. apa yangharus saya lakukan pad saat pelaporan?
nopember, desember, januari.
batasan beda masa itu 3 bulan.
artinya pajak masukan boleh dikreditkan di masa pajak Januari 2015.
Jika sudah lewat, silakan pembetulan.
sekalian saja pembetulan Nopember 2014.
atas kelebihan bayar, silakan dikompensasi.
tetapi saran saya, jika memang ada kesalahan, lebih baik dilakukan pembetulan saja.
Malam pak saya mau tanya..
Gni pak bulan kemaren desember saya kan lebih bayar misalkan 1.000.000 trus sya kompensasiin donk k'januari,,,nah pas bulan januari saya kurang bayar misalkan 700.000 trus januari dapet kompensasi dibulan desember,,,
Yang jadi prtanyaan saya pak pas d'espt'a yang lebih bayar 1.000.000 dibulan desember apa saya masukin smw'a nominal kompensasinya yg lbih bayar k'bulan januari sedangkan januari hnya kurang bayar 700.000,,,kalo dimasukin smw'a d'januari otomatis jdi lebih bayr lgikan pak., atau saya masuki nominal kompensasi sebesar 700.000 jdi bulan januari nihil…ATURAN djp-nya gmn iya pak…
Tolong pencerahan…terima kasih
SPT Masa Januari:
kurang bayar Rp.700.000
kompensasi masa sebelumnya Rp.1000.000
lebih bayar Rp.300.000
dikompensasi ke masa pajak berikutnya Rp.300.000
Jadi status SPT Masa Januari menjadi NIHIL.
*kompensasi dapat dicarryforward ke masa pajak berikutnya, bisa berurutan atau loncat
siang pak,
pak saya mau tanya, saya melakukan pembelian dengan DPP Rp. 2.897.047 dan PPn nya Rp. 289.703
ketika dimasukkan ke e-spt muncul tulisan "Apakah sisa PPN Pajak Masukan sebesar Rp. 2 akan dimasukkan ke formulir B3 ?
itu gimana ya pak, mohon jawabannya
terima kasih
B3 itu kan untuk pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan.
silakan pilih saja sesuai kehendak PKP.
saya kira itu hanya usul dari pengembang e-SPT saja 😀
ini masalah pembulatan.
PPN mestinya Rp. 289.705
kalau sudah lewat(beda) tahun bagaimana yaa.. apa bisa
tidak harus lebih bayar.
tidak juga harus kurang bayar.
lebih bayar atau kurang bayar itu otomatis perhitungan matematis.
Pak , bagaimana jika ada pembelian barang pake ppn , tapi yg bayar orang lain dan yg byr ppn nya saya. kalo begitu gimana pak?
bagaimana pembukuanannya?
ini beli apa ya?
saya tiap hari bayar PPN di minimarket 😀
contohnya bisa lebih jelas!
Selamat siang bapak,
Saya mau nanya,
PPN masa Bulan januari, ada kelebihan bayar (1.jt)
bulan Februari : Ppn K = 10.jt
Ppp M = 2.jt
pajak dibayar = 8.jt
Seharusnya kan dikurangi lagi dg kompensasi bln Januari (1.000.000), jdi hanya membayar 7jt .tetapi saya lupa untuk menginput kedalam e-spt.nya dan ppn masa feb sudah dilaporkan. bagaimana dengan nilai lebih bayar bln januari yg 1jt itu pak ?? apakah saya membuat spt pembetulan atau bisa dikompensasikan ke bln maret ? jika bisa dkompensasikan, pencatatan SPTnya di form mana ? tolong pencerahannya,terimakasih…
Mas saya ingin bertanya.Bagaimana perlakuan untuk pajak masukan yang telah lewat masanya? Jika melakukan pembetulan, yang dimasukkan angkanya apakah selisih atau total keseluruhan yang awal plus perubahan? misalnya : spt normal dilaporkan pk 5 tapi yang sebenarnya adalah 7. saat melakukan pembetulan yang dimasukkan nilai pk nya 2 atau 7? terima kasih.
Pak raden mohon bantuannya.
Saya lebih bayar di PPN April 2014 Rp 12.000.000 (saya bayar 24.000.000, seharusnya PPN April 2014 hanya 12.000.000).
Mau saya kompesasikan di bulan Maret 2014.
Pertanyaan saya :
Apakah bisa kompensasi loncat (mundur)
Untuk NTPN SSP Pembayaran bulan April apakah perlu dicantumkan di SPT Masa Maret 2014
Terima kasih
pak saya mau tanya jika ada lebih bayar di bulan januari sebesar 2000.000 lalu ada pembetulan bulan januari menjadi 1000.000 maka ada selisih kurang bayar 1000.000..
yang saya tanyakan bagaimana untuk kurang bayar yang 1000.000 dan kompensasi bulan januari..
terimakasihh..
pak saya mau tanya jika bln januari ada lebih bayar 2000.000 lalu ada pembetulan januari lebih bayar menjadi 1000.000, maka selisihnya menjadi kurang bayar 1000.000..
yang saya tanyakan yang kurang bayar 1000.000 itu bagaimana ?dan kompensasi bln januari trsbut..
trmakasih
ga kurang bayar sih jika digeser-geser.
kan yg dikompen asalnya 2000
dibetulkan jadi 1000
karena berdampak ke masa pajak berikutnya maka dibetulkan sampai sekarang.
tentu nanti SPT Masa Pembetulan akan banyak.
jika mau praktis memang bayar saja yg 1000 karena ke masa pajak februari dan seterusnya kadung dikompensasi 2000.
pak lalu untuk kompensasi LB yang harus masukan di bulan februari ko malah muncul kompensasi yang 2000.000(sebelum pembetulan) bukan yang 1000.000(setelah pembetulan???
trimakasih jawabannya,
jika harus bayar yang 1000.000 itu lalu kompensasi yang harus di isi di bulan selanjutnya itu di lampiran IIII Lampiran AB bag III B1 malah kompensasi yang 2000.000(LB sebelum pembetulan) bukan yang 1000.000 (sesudah pembetulan) ?
benar.
jika bayar, maka kompensasi ke masa pajak berikutnya SAMA seperti sebelum SPT Pembetulan.
angkanya 1000
kan koreksinya dengan bayar itu.
jika tidak mau bayar, baru pembetulan ke semua masa pajak yang berpengaruh sampai yang terakhir. Jika ada SPT Masa yg statusnya KB maka tetep akan berujung bayar 1000 itu karena berdampak KB yg lama kurang.
makanya akan praktis jika dibayar di saja di masa pajak Januari
Siang pak, maaf saya mau bertanya soal pajak keluar, apa bisa kita laporkan pajak keluaran tersebut hanya pada saat faktur tersebut sudah di bayar ? misalnya jika dalam satu bulan ada 3 faktur pajak keluaran yg saya buat tapi karna hanya yang 1 saja yang di bayar maka di bulan itu saya hanya melaporkan 1 faktur pajak saja sdgkan yg 2 akan saya laporkan di bulan berikutnya jika sudah terbayar ? apakah hal tersebut diperbolehkan pak ? bagaimana laporannya ? dan bagaimana jika faktur tersebut di bayar di tahun depan ? mohon informasinya pak dan makasih atas jawabannya.
Siang pak..sy mau tanya di bulan juli sy ada LB ,namun sy kompensasikan ke masa pajak sept..tetapi pada saat september sy lupa mengisi kompensasi juli di sept dan sudah di lapor..
apa bisa LB yg sudah tertulis sept sy masukan ke okt..mohon bantuannya..trimakasih..
Siang pak..sy mau tanya di bulan juli sy ada LB ,namun sy kompensasikan ke masa pajak sept..tetapi pada saat september sy lupa mengisi kompensasi juli di sept dan sudah di lapor..
apa bisa LB yg sudah tertulis sept sy masukan ke okt..mohon bantuannya..trimakasih..
bikin SPT pembetulan saja.
kan harus klop antar Juli dan September.
menurut saya, buat SPT Pembetulan bulan September dengan memasukkan kompensasi dari bulan Juli
Saya mau tanya pak.. dikantor kami ada pajak masukkan yang belum dilaporkan dari tahun 2013, dan kebetulan ada tagihan untuk pembayaran ppn dari tahun 2013. nah, kami diberitahu oleh kpp bahwa pajak masukkan itu bisa digunakan untuk membayar ppn yang belum disetorkan tersebut. apakah pajak masukkan tersebut dapat digunakan sedangkan pajak masukan tersebut belum dilaporkan ke kpp. mohon penjelasannya pak, terimakasih.
silakan buat SPT Pembetulan.
Selamat mlm pak,
Di bulan 3 2015 utk ppnnya lebih bayar sekitar 12jt dan telah di kompensasikan ke bulan selanjutnya..
Dan di bulan 3 dilakukan pembetulan krn si customer tdk jadi beli (batal)
Jadi di bulan 3 pemb 1 ppn lebih bayarnya sekitar 93jt
Jd pertanyaan saya, bagaimana caranya agar yang 12jt yg di kompensasikan ke bulan selanjutnya tdk di tambahkan ke pemb bulan 3 .. seharusnya lebih bayarnya sekitar 81jt pak..
Mohon penjelasannya paj, terimakaasih
Selamat mlm pak,
Di bulan 3 2015 utk ppnnya lebih bayar sekitar 12jt dan telah di kompensasikan ke bulan selanjutnya..
Dan di bulan 3 dilakukan pembetulan krn si customer tdk jadi beli (batal)
Jadi di bulan 3 pemb 1 ppn lebih bayarnya sekitar 93jt
Jd pertanyaan saya, bagaimana caranya agar yang 12jt yg di kompensasikan ke bulan selanjutnya tdk di tambahkan ke pemb bulan 3 .. seharusnya lebih bayarnya sekitar 81jt pak..
Mohon penjelasannya paj, terimakaasih
Selamat mlm pak,
Di bulan 3 2015 utk ppnnya lebih bayar sekitar 12jt dan telah di kompensasikan ke bulan selanjutnya..
Dan di bulan 3 dilakukan pembetulan krn si customer tdk jadi beli (batal)
Jadi di bulan 3 pemb 1 ppn lebih bayarnya sekitar 93jt
Jd pertanyaan saya, bagaimana caranya agar yang 12jt yg di kompensasikan ke bulan selanjutnya tdk di tambahkan ke pemb bulan 3 .. seharusnya lebih bayarnya sekitar 81jt pak..
Mohon penjelasannya paj, terimakaasih
Selamat mlm pak,
Di bulan 3 2015 utk ppnnya lebih bayar sekitar 12jt dan telah di kompensasikan ke bulan selanjutnya..
Dan di bulan 3 dilakukan pembetulan krn si customer tdk jadi beli (batal)
Jadi di bulan 3 pemb 1 ppn lebih bayarnya sekitar 93jt
Jd pertanyaan saya, bagaimana caranya agar yang 12jt yg di kompensasikan ke bulan selanjutnya tdk di tambahkan ke pemb bulan 3 .. seharusnya lebih bayarnya sekitar 81jt pak..
Mohon penjelasannya paj, terimakaasih
Pagi Pak,
Jika faktur pajak telah diterbitkan dan telah dilaporkan pada bulan mei atas nama orang sebut saja si 'A' dengan nomor npwp 00.000.000.0-000.000, dan bulan november ini atas nama si 'A' tersebut baru mengirimkan NPWP+SPPKP atas nama perusahaannya …dan dia minta agar nama si 'A' diganti atas nama perusahaannya… itu bagaimana ya Pak? apakah membuat pembatalan faktur dibulan mei atas nama si 'A' dan menerbitkan kembali atas nama PT di bulan november, dan kelebihan bayar di bulan 5 di kompensasikan ke bulan november, apakah bisa pak ? dan syaratnya bagaimana ya ?
Pak, saya mau tanya. kalau ada pembetulan bulan agustus karna slah input bulan pada faktur (tadinya 08, direvisi jdi 09) maka fakturnya ditarik dan dimasukkan ke september kan ya? nah otomatis di bulan agustus ppn nya mnjadi kurang bayar dan di september jdi lbih bayar. boleh gak kalo lebih bayar september dikompensasi ke agustus pembetulan yg tdi???
seharusnya sesuai kenyataan.
jika memang transaksinya dengan si A maka faktur atas nama si A.
tidak boleh dipindahkan jadi transaksi dengan si B
di UU KUP ada pasal pidana pajak karena menerbitkan faktur pajak tidak sesuai keadaan sebenarnya
Masa Maret harus dibetultan.
asalnya LB 12 jadi LB 93 karena ada faktur pajak yang batal
kompensasi tidak bisa ke belakang
silakan ajukan pembetulan saja di bulan Agustus
Selamat siang pa raden..!
Sehubungan dengan artikel bapak, bagaimana perlakuan untuk PKP pasal 9 ayat (4b) PPN yang semata-mata melakukan penyerahan yang PPN nya Tidak Di Pungut (dalam hal ini PK yang harus dipungut sendiri nihil), apakah apabila ada koreksi PM dari suatu masa pajak yang telah dikompensasikan ke masa pajak berikutnya dapat di kategorikan PM yang tidak seharusnya dikompensasikan dan dikenakan sanksi Pasal 13 ayat (3) 100% ??
Terima Kasih
benar.
harus bayar atas PM yang dikoreksi tsb.
kalau yang sudah dikompensasi teruskan saja.
koreksinya hanya di masa pajak yang PM-nya dikoreksi.
kan ada sanksi 100% karena tidak seharusnya dikompensasi…
mohon maaf pak raden saya msh blm paham.. kalo melihat SE-32/PJ.3/1988 semua contoh soal nya selalu ada PK-nya dan LB dari suatu masa pajak selalu dikompensasikan dengan PK masa pajak berikutnya sehingga pengenaan sanksi pasal 13 (3) sangat wajar, sedangkan untuk PKP Pasal 9 ayat (4b) PK saya (Pajak Keluaran yang harus dipungut sendiri) di setiap masa pajak pasti nol (Nihil) sehingga LB saya murni dari PM dan LB dari suatu masa pajak lebih tepat di katakan diakumulasikan ke masa pajak berikutnya bukan kompensasi (karena tidak ada PK), sehingga tidak adil bila tetap di kenakan pasal 13 (3) apabila ada koreksi PM, mohon pencerahannya.. terima kasih